HOME | BIOGRAPHY | CONTACT | ABOUT EKUATOR |





Membuat Usaha

Pembicaraan hangat malam itu. Eugene - Oregon bercuaca sejuk, selasa 21 April 1987. Uwan berdiskusi sampai tingkat debat kusir dengan enam sejawat sesama pencari nafkah disektor konsultasi internasional. Topik kami malam itu tentang perlunya para praktisi pembangunan berbasis masyarakat (community based development consultant) mengorganisir diri agar berkesinambungan mengelola mata pencaharian.

Disatu pihak ada perasaan dirugikan karena melihat banyak konsultan kurang kapabel, yang mengandalkan koneksi, justru mendapat kontrak kerja dengan mudah. Sedangkan yang lainnya harus setiap saat melobby badan pembangunan dan keuangan global untuk meraih kontrak-kontrak. Bagi Uwan sendiri yang mengandalkan jam terbang sebagai konsultan, hal itu memang terasa memberatkan. Mekanisme hubungan yang tidak kontinu jelas tak memungkinkan untuk membangun koneksi serius dan kelak diprioritaskan. Maklum, jarak Padang dengan penentu proyek di Washington, Tokyo dan Bonn cukup repot untuk senantiasa dijembatani.

Akhirnya kami bertiga, Uwan, Anthony dari Republic Benin dan Matthew Schwartz dari San Fransisco bersepakat untuk membuat perusahaan bersama. Kami memilih basis di Eugene dengan mengandalkan rumah orang tua Matt sebagai kantor. Tak ada sekretaris, tak ada bagian keuangan. Pola ini lazim dikenal sebagai paper company. Yang ada hanya satu mesin fax yang dikelola oleh nenek Matt dan secara berkala kontak kalau-kalau ada tawaran pekerjaan. Itu berjalan lama sampai akhir-akhir ini komunikasi kami praktis mengandalkan surat elektronik saja, dan itu berjalan lancar. Kadang-kadang kami chatting bertiga yang kami istilahkan virtual business meeting.

Kami bersepakat, bila ada proyek di Asia Pasifik maka Uwan yang jadi team leader. Bila proyek Eropah Timur dan Afrika Toni yang jadi pimpinan. Sedangkan proyek Amerika Latin Matt yang dituakan. Pokoknya sinergi potensi menjadi andalan kami.

Yang menarik adalah waktu membuat perusahaan. Nyata benar bedanya dengan kita disini. Serba praktis, cepat dan tentu bebas KKN. Tahapannya :

  • Kami rumuskan ruang lingkup usaha, nama perusahaan dan para pemegang saham. Cukup dalam dua halaman kertas kuarto. Bahan itu kami kirim pakai fax ke kantor pemda Eugene. Dalam 15 menit sudah dapat fax balasan untuk mengklarifikasi beberapa detail  kecil, seperti alamat ahli waris. Segera kami balas.
  • Detail lain yang diminta khusus adalah rekening bank perusahaan. Melalui fax saja, diikuti dengan telpon ke bank terdekat, segera diperoleh nomor rekening escrow yang segera bisa operasional bila sudah ada transfer pertama. Untuk itu masing-masing kami urunan 200 dolar dan selesai sudah dengan pihak bank. Cukup 30 menit saja dan itu tak perlu ketemu muka alias menghadap.
  • Menit ke 63, perusahaan ini sudah mendapatkan pengesahan pemerintah kota dan dipersilahkan untuk membayar sejumlah 30 dollar saja ke rekening dinas pendapatan kota. Menggunakan kartu kredit Matt yang otorisasinya hanya lewat telpon saja, pembayaran segera dapat dilakukan. Matt sebagai Direktur utama merangkap direktur wilayah Latin Amerika.  Kami berdua menjadi Direktur wilayah dunia sisanya.
  • Surprise. Kurang dari 2 jam seluruh proses sukses dilalui. Perusahaan berdiri dan diakui. Sampai saat ini perusahaan itu masih efektif bekerja dan short-listed di berbagai lembaga pembangunan global. Secara berkala kami memperoleh tawaran-tawaran pekerjaan dan selalu diminta mengirim CV terakhir. Sejak itu pulalah kontrak internasional Uwan mengalir dan menjadi sumber nafkah utama.
Hikmah apa yang bisa dipetik dari fenomena diatas ? Adalah kemudahan dalam membuat usaha !. Pemerintah negara bagian di Amerika mengembangkan suatu mekanisme birokrasi sedemikian mudahnya sehingga pelembagaan usaha tak lebih dari 2 jam saja. Terakhir uwan dengar dari Agus, seorang Doktor muda di Berkeley, negara bagian California hanya mengalokasikan 1 jam saja untuk mendirikan usaha. Bila lewat satu jam, boleh mengajukan complain dan mendapat kompensasi.

Untuk kita di Sumatera Barat, seluruh proses sejenis tentu tak kurang dari 3 bulan. Berbagai persyaratan harus dipenuhi dan jelas-jelas memakan waktu, tenaga dan ekstra kesabaran menghadapi petugas kantor-kantor. Kantor Notaris, NPWP, SIUP, SITU, TDP, Pengesahan kehakiman dan entah apa lagi. Semuanya harus diurus dengan pola napak tilas, karena satu surat berantai dan berangkai dengan lainnya.

Idealnya, karena sudah akan otonomi dalam waktu dekat, Pemda harus segera mencari pola efektif dalam mendirikan usaha. Satu ataplah istilahnya. Perlu pemangkasan jenis persyaratan untuk kemudahan pengurusan. Dalam rangka menggairahkan usaha, menurut hemat Uwan, cukup berurusan dengan satu instansi saja.

Kebijakan otonomi mestinya bisa membuat pemda bermanuver mengefektifkan pelayanan publik. Pelayanan sistem cepat tentulah didambakan oleh pelaku usaha yang butuh serba praktis. Untuk itu mereka tak akan segan membayarkan pajak usaha sebagaimana mestinya.***

kembali ke halaman utama