HOME | BIOGRAPHY | CONTACT | ABOUT EKUATOR |





Wisata Bahari

Senin 4 tahun yang lalu ( 16/9/96) Gubernur Hasan Basri Durin melepas secara resmi Yunji Kano, turis pesilancar mungkin dari Jepang, sebagai turis  ke 2000 yang akan bersilancar di kawasan pantai pulau Siberut - Mentawai. Acara yang diselenggarakan di dermaga patroli TNI-AL Pelabuhan Perikanan Nusantara Bungus Kodya Padang ini diikuti dengan pemasangan seutas benang merah tanda kebesaran Mentawai oleh anggota masyarakat Mentawai yang memakai kostum tradisional.

Atraksi yang dimeriahkan pula dengan tarian monyet dan diiringi oleh bertalunya tetabuhan “tuddukkat” merupakan fenomena penting dalam menggugah perhatian terhadap peluang Sumatera Barat di sektor pariwisata bahari.
 Menurut hemat Uwan, wisata bahari adalah salah satu produk unggulan untuk meraih devisa dari kedatangan wisatawan mancanegara ke propinsi ini.

Tentu bila bisa mengemas dan mempromosikan wisata kelautan ini secara efektif, kita akan berpeluang meraup kue devisa yang pasti besar nilainya. Terbayangkan pula usaha-usaha  bernuansa pemerataan akan tumbuh, berbagai lapisan masyarakat akan memiliki aktifitas serta implikasi pembangunan akan menggelinding dengan sendirinya.

 Untuk urusan pengemasan produk inilah berbagai kalangan perlu duduk semeja merundingkan caranya. Merancang, merencana, menghitung berdasarkan proyeksi, mengemas serta secara terukur melakukan promosi. Tentu implikasi logis berupa dampak negatif perlu pula diantisipasi. Rancangan (blueprint) yang berdaya jangkau ke masa depan pariwisata propinsi ini kita perlukan untuk secara efisien melakukan pembenahan.

 Wisata bahari yang kelihatannya berpeluang adalah selam (skin dan squba diving); bersilancar (surfing dan wind surfing); berlayar (sailing dan para-sailing); memancing (fishing/game fishing); perjalanan  laut mengunjungi gugusan pulau-pulau (cruishing) serta memanfaatkan potensi pantai ( keindahan pantai, jet skiing, sea kayaking, canoing, arena bermain anak-anak dll.).
 Bila berkembang gairah untuk ide ini, implikasi lanjut yang akan menjamur adalah berbagai sarana pelatihan wisata bahari. Tentu berbagai keahlian pariwisata laut dibutuhkan untuk pelatih berikut asistennya. Ratusan angkatan kerja Sumatera barat akan terarah aktifitas hidupnya, misalnya menjadi pelatih olah raga laut dan bawah laut, guide, boat-man ataupun tour operator. Pokoknya lapangan kerja berbagai jenis kebutuhan akan terbuka luas bagi mereka. Bila kelak fase globalisasi betulan, dengan keahlian dan pengalaman kerjanya, SDM dimaksud bisa pula merambah pekerjaan ke negara lain.

Hebatnya lagi, puluhan unit bisnis baru akan bertumbuhan seiring bertumbuhnya bisnis wisata bahari. Terbayangkan akan hadir berbagai dive centre, resort kebugaran laut, restoran sea-food, travel biro khusus dengan pelayanan padang-mentawai dan pulau-pulau pantai barat. Fardimet dari MWB malah telah merencanakan untuk mencarter pesawat yang bisa melandas di air (flight boat), untuk membawa turisnya yang mau surfing ke Siberut.

Doktor Connie F Kane, rekan Uwan di Boston punya proyeksi trend pariwisata 2005 melalui simulasi komputer yang dilakukannya tahun lalu. Berdasarkan analisis kecenderungan peningkatan migrasi penduduk dunia, akan dicapai 600 juta perjalanan global pada 5 tahun mendatang. Lebih 80 persen arahnya ke Asia Pasifik. Artinya hampir 500 juta peluang kunjungan wisata pula ke Sumatera Barat.

Segmen turis yang dimaksud tentu akan berkunjung karena adanya keunggulan komparatif dan kompetitif. Untuk Asia Pasifik, disamping wisata budaya adalah terutama wisata alam atau kombinasi budaya dengan alam lingkungan. Bila dianalisis dari sisi motif kunjungan, simulasi menempatkan wisata bahari di tempat teratas. Itu masuk akal, karena untuk kota Tokyo saja, konon ada lebih 2 juta penyelam. Mereka akan ber-rekreasi bawah air sedikitnya sekali tiap bulan. Itu Uwan sangat yakin karena pernah getol menyelam. Seminggu tak menyelam, pegal-pegal rasanya di badan.

 Melihat strategis peluang sumbar di sektor pariwisata alam dan budaya diatas, Gubernur Zainal Bakar perlu seksama memilih kandidiat kepala Dinas Pariwisata. Karena orang yang tepatlah yang akan merealisir berbagai jenis produk wisata diatas. Penanganan yang tepat oleh orang dengan kompetensi teknis dan kapabilitas tinggi barulah membuat kita bisa berharap akan terangkatnya pariwisata Sumbar.

Jelas, tak mungkin pengangkatan dilakukan karena sekedar ada staf yang golongannya sudah cukup. Kepala dinas pariwisata mendatang haruslah memiliki visi pariwisata global dan naluri bisnis yang tajam. Untuk itu, kalau perlu adakan fit and proper test  kepada berbagai calon. Kandidat dapat berasal dari dalam propinsi, namun kalau perlu bisa mengundang dari luar daerah. Boleh putra daerah, namun kalau tak ditemukan bisa saja dari asal daerah lainnya.***

kembali ke halaman utama